365 Dosen Mengikuti Pembekalan BUDI DN

Yogyakarta, 7 Oktober 2016. Sebanyak 365 dosen mengikuti pembekalan penerima Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia Dalam Negeri di Grha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada.

“Pembekalan ini sangat penting bagi penerima BUDI untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang kebijakan dan mekanisme pencairan BUDI DN serta ajang tukar pengalaman dengan para pakar pendidikan”, ujar Dirjen Gufron selaku penanggungjawab program.

Jumlah pendaftar BUDI DN pada tahun 2016 tercatat sebanyak 9.257 orang, sedangkan yang lolos seleksi sebanyak 2.000 orang dengan rincian; jenjang S2 sebanyak 183 orang dan jenjang S3 sebanyak 1.817 orang. Program ini diselenggarakan di 50 Perguruan Tinggi Negeri dan 9 Perguruan Tinggi Swasta yang tersebar di Indonesia, dengan jumlah program studi pengampu sebanyak 1.103 yang dapat dipilih oleh pelamar.

Pembekalan yang dihadiri oleh Menristekdikti ini ditujukan untuk 8 universitas tujuan di wilayah Yogyakarta yang terdiri dari; Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Institut Seni Indonesia Surakarta, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Sebelas Maret, Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan Universitas Islam Indonesia.

Dalam sambutannya, Menteri Nasir mengapresiasi program BUDI sekaligus memberikan ucapan selamat dan pesan kepada para penerima BUDI DN, “adanya kolaborasi dan sinergi antara Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dengan Kementerian Keuangan diharapkan dapat melahirkan program beasiswa yang efisien sehingga dapat membiayai lebih banyak dosen, untuk para dosen yang telah lolos BUDI, kami berharap Saudara dapat menyelesaikan tugas belajar tepat waktu dan segera kembali ke perguruan tinggi untuk berkarya”, ucap Nasir.

Pembekalan penerima Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia Dalam Negeri akan terus berlanjut di 10 wilayah Indonesia lainnya yaitu; Makasar, Surabaya, Bandung, Padang, Medan, Malang, Bogor, Semarang, Denpasar, dan Jakarta. Telah banyak program yang diluncurkan demi peningkatan kualitas dan kualifikasi dosen Indonesia, kini bukan lagi waktunya untuk mengeluhkan atau mempertanyakan “apa yang negara telah berikan kepada saya (para dosen)?”. Namun, saatnya untuk memikirkan “apakah saya pantas menerima beasiswa dan bantuan dari negara?” dan “karya serta sumbangsih apa yang telah saya berikan kepada negara?”  tambah Nasir. (udn)

X